Belajar Dari Sahabat “Umar Bin Khattab” Sang Singa Padang Pasir

Nama lengkapnya adalah Umar bin Al-Khatthab bin Nufail bin Adi bin ‘Abdul Uzza bin Riyah bin ‘Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, Abu Hafsh Al-‘Adawi. Umar bin Khattab juga dijuluki sebagai Al-Faruq atau pembeda.
Umar lahir dari seorang ibu yang bernama Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah. Ibunya adalah saudari tua dari Abu Jahal bin Hisyam.
Umar bin Khattab berperawakan tinggi, kepala bagian depannya tidak memiliki rambut, mampu bekerja dengan kedua tangannya secara seimbang, matanya hitam, dan berkulit kuning. Ada pula yang mengatakan kulitnya putih hingga kemerah-merahan. Giginya putih bersih dan mengkilat. Selalu mewarnai janggutnya dan merapikan rambutnya dengan inai (daun pacar) (Thabaqat Ibnu Saad, 3:324).
Amirul mukminin Umar bin Khatthab adalah seorang yang sangat rendah hati dan sederhana, tetapi sangat tegas dalam agama menjadi ciri khas yang melekat padanya. Karena itu ia dijuluki singa padang pasir. Umar r.a. terbiasa menambal bajunya dengan kulit, dan terkadang membawa ember di pundaknya, tetapi hal itu sama sekali tak menghilangkan ketinggian wibawanya.
Kendaraan yang dinaiki Umar r.a. adalah keledai yang tidak berpelana, hingga membuat heran pastur Jerusalem saat berjumpa dengannya. Umar jarang tertawa dan bercanda, di cincinnya terdapat tulisan “Cukuplah kematian menjadi peringatan bagimu hai Umar (kafaa bil mauti waa’izhon yaa ‘Umar).”
Umar r.a. diketahui masuk Islam ketika usianya dua puluh tujuh tahun. Dia adalah sosok yang dikenal karena keberaniannya dan juga memiliki kemampuan memimpin yang baik. Hal ini yang membuat Umar bin Khattab menyandang beberapa julukan yang menjelaskan bagaimana sifat yang dimilikinya, antara lain seperti Al Faruq yang berarti pembeda antara yang haq dan yang bathil, dan julukan Abu Faiz berkat kecerdikannya dalam berdiplomasi. Maasya Allah!
Bahkan melalui hadis yang diriwayatkan Sa’ad ibn Abi Waqash, dia menuturkan bahwa Rasulullah saw pernah berkata kepada Umar r.a, “Demi dzat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah setan berpapasan denganmu dalam satu jalan kecuali ia akan memilih jalan lain selain jalan yang dilaluimu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sungguh luar biasa Umar bin Khattab r.a., semoga kita bisa meneladani keberanian dan wibawa Umar r.a. yang bisa menggetarkan musuh-musuh Islam.
Sumber : Khoiru Ummah Media