Oleh : Indah Utari Noesye, S.Si
Guru STP SD Khoiru Ummah Medan
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ
﴿١٦﴾ صِرَاطٍ مُسْتَقِيم
Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allâh, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah, Allâh menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allâh mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus [Al-Maidah :15-16]
Ayat diatas merupakan salah satu dari sekian banyak ayat yang menyampaikan tentang Alqur’an (kalamullah) sebagai petunjuk dan penerang kehidupan manusia. Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah, dalam momen yang luar biasa, mengajarkan pada para pendidik dan peserta didiknya tentang bagaimana realisasi dari ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ialah, kegiatan Indonesia Qur’an Camp (Campingnya para penghafal dan pengemban Alqur’an se-Indonesia) di Sarongge Valley, Cianjur.
Memulai hari di sepertiga malam, dengan mengingat sang Pencipta melalui pelaksanaan ibadah qiyamul lail (shalat tahajud dan witir). Hembusan angin yang menusuk kulit pun tak menurunkan semangat para guru dan siswa untuk bersujud pada sang Ilahi di setiap malam. Setiap guru dan siswa tenggelam dalam nikmatnya beribadah dan bermunajat pada Rabb-Nya. Dengan bersujud padaNya, berharap dapat menjadi insan yang diangkat ke tempat yang terpuji. Sebagaimana firman Allah swt : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. “ (QS. Al-Isra’ : 79).
Tak cukup sampai disitu, untuk semakin mempererat hubungan hamba dengan Allah swt, maka seluruh peserta diajak untuk berdzikir (mengingat) Allah swt. Allah kembali memberi mention kepada hambaNya, melalui firmanNya, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152). Begitu banyak rahmat dan ampunan dari sang Ilahi yang diberikan kepada hambaNya. Tidaklah menjadi satu hal yang berat dengan membasahi lisan untuk berdzikir pada Allah swt, jika yang didapat adalah ampunanNya. MasyaAllah.
Waktu fajar tiba, kembali para peserta melaksanakan shalat shubuh yang didahului shalat rawatib sebelum shubuh. Takkan ada yang merasa rugi, jika waktu-waktu dihabiskan untuk menjalankan semua perintahNya, terkhusus ibadah shalat. Selesai shalat, semua peserta menyambut sang fajar dengan melantunkan ayat-ayat Allah dengan syahdunya. Membaca huruf demi huruf kalam Ilahi. Itu semua mereka lakukan dalam rangka menjalankan perintah dari Allah, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al-Ankabuut : 45).
Ya, begitulah Khoiru Ummah, mengajarkan kepada seluruh guru dan siswanya untuk mengawali hari-hari mereka dengan menjadikan Alqur’an sebagai bacaan dan amalan mereka serta beribadah sepanjang waktu.
Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, tak hanya menjadikan kaum muslimin sebagai insan yang taat beribadah pada RabbNya. Namun juga memberikan syariat bagaimana mereka bersahabat dengan diri dan lingkungannya. Salah satunya ialah menjaga diri dan alam sekitar mereka tetap terjaga bersih dan sehat. Maka seluruh peserta pun melanjutkan kegiatannya dengan membersihkan tubuh mereka dan lingkungan sekitarnya. Allah swt telah menciptakan manusia dan alam sebagai tanda kekuasaanNya. Sebagai wujud rasa syukur kita, tentulah kita harus menjaga diri agar tetap sehat dan kuat untuk menjalankan perintahNya, serta menjaga alam dari berbagai kerusakan. Sebab tentu kita tak lupa dengan ayat ini, “ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf 56). Menjaga diri dan alam adalah perintah Allah, dan Allah menyukai orang-orang yang selalu bertaqwa padaNya. Itulah salah satu amalan yang tak dilupakan oleh para peserta Indonesia Qu’an Camp, yaitu bersih diri dan lingkungan.
Aktivitas yang dilakukan dalam tiap kegiatan Indonesia Qur’an Camp, tidak terlepas bagi mereka untuk bertemu antara satu dengan yang lainnya. Bertegur sapa, bercengkerama, bekerjasama, tolong-menolong, belajar dan lainnya. Menyampaikan pesan dengan baik dan benar, memberi nasihat dengan lembut, menegur teman dengan ahsan, adalah hal yang terlihat jelas dalam kebersamaan mereka. Mengapa ? Ini bukanlah hal yang tabu, bagi seluruh guru dan siswa yang ada di sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah. Sebab, mereka tentu akan selalu mengingat bahwa Allah telah menyampaikan, “ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? “ (QS. Fushshilat : 33). Untuk itulah mereka selalu berupaya bertutur kata yang ahsan, berbuat kebaikan dimanapun dan kapanpun serta kepada siapapun.
Hamparan bumi Cianjur yang hijau dengan tumbuhan-tumbuhan, semakin menambah rasa takjub bagi semua peserta. Tanah yang luas telah menumbuhkan berbagai macam jenis tumbuhan. Tak satupun dari tumbuhan tersebut yang tidak bermanfaat bagi manusia. Misalnya saja, kebun sayur yang tumbuh di tanah Sarongge tersebut. Ada sayur wortel, kol, sawi, bayam, cabai, dll. Semua tumbuhan itu dapat dikonsumsi oleh manusia. Semua tumbuhan itu telah tumbuh dengan izin Allah dan menghasilkan banyak kebaikan untuk manusia. Maka melalui ayatNya pula Allah memerintahkan untuk manusia selalu memakan makanan yang baik bagi tubuhnya, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah : 172). MasyaAllah, rezeki dari Allah memang tidak ada habisnya. Bahkan untuk kebutuhan makan manusiapun Allah telah sediakan.
Inilah beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh para peserta kegiatan Indonesia Qur’an Camp. Berusaha mengimplementasikan isi Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari. Indahnya jika hidup dalam naungan Alqur’an. Hidup akan penuh cahaya kebahagiaan. Terwujudnya insan yang bertaqwa hanya dengan menjadikan alqur’an sebagai petunjuk kehidupan. Wallahu ‘alam bis shawab.